Jember Menduduki Tingkat Inflasi Nomor 3 Se-Jawa Timur

ILUSTRASI - INFLASI

Ilustrasi : inflasi

Jember Hari Ini – Kabupaten Jember menduduki tingkat inflasi nomor 3 se-Jawa Timur, akibat kebijakan pemerintah menaikan Tarif Dasar Listrik (TDL). Demikian dipaparkan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Muhammad Lukman Hakim, dalam rapat bersama Pemkab,  Bulog, dan BPS di aula lantai 2 gedung Bank Indonesia, Selasa siang.

Menurut Muhammad Lukman Hakim, bulan Januari lalu Jember mengalami inflasi sebesar 0,43 persen. Sementara di bulan Desember tahun lalu, tingkat inflasi hanya 0,39 persen. Penyebab utama tingginya angka inflasi di Jember adalah kebijakan pemerintah menaikan tarif listrik.

Sementara menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, Indriya Purwaningsih, ada 10 komoditas penyumbang inflasi, yaitu kenaikan tarif listrik, harga bawang merah, harga daging ayam, telur ayam, tarif kereta api, dan kenaikan harga beras. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) harus kerja keras untuk mengendalikan angka inflasi di Kabupaten Jember.

Kedepan Bank Indonesia akan mendorong kerjasama sinergis antar daerah, sehingga angka inflasi bisa dikendalikan. (Fian)

Comments are closed.