Jember Hari Ini – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Melawan Diam melakukan aksi turun jalan di halaman Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) dan Gedung Rektorat Universitas Jember, Kamis pagi. Aksi mahasiswa ini mewakili sekitar 1.500 orang mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) gelombang satu di Jember, Lumajang, Probolinggo, Situbondo dan Bondowoso.
Menurut korlap aksi, Ahmad Faizal Briliansyah, hingga satu bulan menjalani KKN mahasiswa tidak mendapatkan atribut apapun sebagai tanda pengenal. Padahal, setiap semester mahasiswa diminta membayar biaya KKN sebesar Rp 18.750. Jika dihitung hingga masa KKN, setiap mahasiswa membayar sebesar Rp 150 ribu per orang. Mereka mensinyalir terjadi penyelewengan dana KKN mahasiswa yang nilainya total mencapai Rp 350 juta.
Menurut Penjabat Kepala LPM Jember, Anwar, LPM pernah memanggil mahasiswa dan mengupayakan pengadaan atribut KKN. Namun hingga saat ini pihak ketiga yang bekerjasama dengan LPM belum bisa memberikan penjelasan pengadaan atribut tersebut. Menurur Anwar, LPM hanya memfasilitasi penyelenggaraan KKN untuk biaya transportasi dan keperluan publikasi, sementara pengadaan atribut diambil alih oleh Rektorat Universitas Jember.
Sementara Pembantu Rektor 3 Universitas Jember, Muhammad Saleh, menegaskan, penanggung jawab pengadaan atribut KKN belum bisa memberikan penjelasan terkait keterlambatan pengadaan atribut. Namun rektorat berjanji segera memfasilitasi rapat dengar pendapat dengan mahasiswa, agar permasalahan ini segera terselesaikan
Aksi diakhiri dengan penandatanganan surat perjanjian antara mahasiswa, LPM, dan rektorat. Sayangnya rektorat enggan menandatangani surat perjanjian tersebut. Sesuai Undang Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, informasi penggunaan anggaran harus disampaikan secara terbuka kepada publik. (Fian)

