Jember Hari Ini – Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Jember meminta masyarakat tidak khawatir soal temuan darah rusak atau mengandung virus, karena tidak mungkin tersebar di masyarakat.
Menurut Direktur UTD PMI Jember, Dudung Ari Rusli, masyarakat harus memahami temuan darah rusak sangat penting, karena UTD PMI akan memetakan agar masyarakat berhati-hati sehingga tidak tertular penyakit melalui proses transfusi darah.
Temuan darah yang rusak UTD PMI Kabupaten Jember mencapai 610 kantong. Penyebab kerusakan darah karena terjangkit virus HIV, Sipilis, Hepatitis B, Hepatitis C, dan dapat disebabkan proses donor yang belum selesai namun berhenti di tengah jalan.
Darah yang rusak akan langsung dimusnahkan, baik temuan dari pendonor dalam gedung maupun luar gedung. UTD PMI Kabupaten Jember saat ini menggunakan teknologi terbaru untuk proses pemilahan darah saat di laboratorium, sehingga dipastikan tidak ada satupun darah rusak yang tidak terdeteksi. (Fian)

