Jember Hari Ini – Polres, TNI, Pemkab Jember, Perhutani, dan para pemangku kepentingan terus mematangkan rencana penutupan tambang emas liar Gunung Manggar di Kecamatan Ambulu dan Wuluhan. Bahkan, dalam pertemuan Kamis siang, semua menyepakati akan mengerahkan 2.000 personil gabungan terkait rencana penutupan tersebut.
Menurut Kabag Ops Polres Jember, Kompol Kusen Hidayat, penutupan tambang emas liar di Gunung Manggar sudah sangat mendesak. Penutupan tersebut harus dilakukan serentak bersama aparat TNI, polri, Satpol PP, Perhutani, pemangku kepentingan dan relawan.
Sedikitnya ada 3 jenis kegiatan yang akan dilaksanakan, yakni operasi penutupan lubang, penegakan hukum, serta mengamankan kegiatan penutupan tersebut. Penutupan tambang emas liar kali ini berbeda dengan kegiatan sebelumnya yang sifatnya gelar operasi saja. Jika setelah penutupan masih ada yang memaksa melakukan penambangan emas ilegal, polisi dan Perhutani akan bertindak tegas.
Sementara Komandan Koramil Wuluhan, Kapten TNI Zumron, menjelaskan, penutupan tambang emas liar di Gunung Manggar sangat mendesak karena masyarakat sudah merasakan dampaknya. Akibat penambangan liar tersebut, terjadi pendangkalan sungai di wilayah Wuluhan dan Ambulu sehingga warga kesulitan mengairi sawah. (Fit)

