Jember Hari Ini – Ibu harus menjadi benteng yang bisa menjaga anak dari pengaruh lingkungan, kenakalan remaja, gerakan radikalisme, atau potensi yang lain. Perkembangan teknologi informasi menuntut ibu lebih peka terhadap kebutuhan anak, serta secara aktif memantau perkembangan kejiwaan anak.
Hal ini ditegaskan pendiri Tanoker Ledokombo, Farha Cicik, usai penutupan sekolah ibu, di ledokombo, kamis petang. Menurut Farha Cicik, seorang ibu harus menjalankan peran menjadi madrasah ilmu bagi anak-anaknya. Kedamaian suatu wilayah bisa tercipta jika dimulai dari rumah.
Sedangkan menurut Kapolres Jember, AKBP Sabilul Alif, kegiatan sekolah ibu (mother school) merupakan konsep edukasi perdamaian yang dilakukan oleh ibu dalam rumah tangga. Sabilul mengapresiasi upaya yang dilakukan kelompok masyarakat di desa Ledokombo yang terletak jauh dari pusat kota jember melakukan edukasi kepada masyarakat. Upaya ini sangat langka dan harus dikembangkan di tempat lainnya.
Kegiatan sekolah ibu ini diharapkan mampu membekali ibu-ibu, agar secara aktif membentengi keluarganya dari paham radikalisme serta kenakalan remaja. (Hana)

