Limbah Medis Terpaksa Ditimbun dengan Sampah di TPA Pakusari

TUMPUKAN SAMPAH DI TPA PAKUSARI

Tumpukan sampah di TPA Pakusari.

Jember Hari Ini – Hingga saat ini, limbah medis di Kabupaten Jember belum ditangani dengan baik. Dari data yang dihimpun Prosalina, Dinas PU Cipta Karya Pemkab Jember baru bisa menghancurkan 3-6 kubik limbah medis per hari. Sementara, dalam sehari ada sekitar 20 kubik limbah medis yang diterima oleh TPA Pakusari.

Menurut Koordinator Pengelolaan Sampah Dinas PU Cipta Karya, Muhamad Masbud, sampah medis membutuhkan penanganan khusus. Jika pemusnahan limbah medis tersebut menyalahi ketentuan, bisa membahayakan masyarakat yang tinggal di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari.

Hingga saat ini, Dinas PU Cipta Karya hanya memiliki 2 mesin insinerator atau mesin untuk memusnahkan limbah medis. Limbah medis yang belum dihancurkan terpaksa ditimbun dengan tanah bersama sampah organik dan sampah anorganik di Tempat Pembuangan Akhir Pakusari.

Sementara Kepala Seksi Pengendalian dan Teknik Lingkungan Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Jember, Neni Suharno Putri, menghimbau seluruh pelaksana kesehatan terutama rumah sakit memiliki mesin insinerator sendiri. Sehingga sampah medis yang dihasilkan rumah sakit atau puskesmas bisa langsung dihancurkan. Jika ada puskesmas yang tidak memiliki mesin  insinerator sendiri, harus menjalin kerjasama dengan rumah sakit yang memiliki mesin pemusnah sampah medis.

Informasi yang berhasil dihimpun Prosalina, hanya tiga rumah sakit di Jember yang memiliki mesin insinerator, yakni Rumah Sakit Jember Klinik, Rumah Sakit Bina Sehat, dan Rumah Sakit PTPN X Jember. (Hana)

Comments are closed.