Jember Hari Ini – Ahli kesehatan lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember, Khoiron, menilai persoalan peternakan ayam yang ramai terjadi di wilayah Jember Utara bisa dikurangi dengan komitmen pengusaha ayam memantau kesehatan lingkungan. Permasalahan dengan warga seharusnya tidak terjadi jika pengusaha ternak ayam sejak awal mematuhi aturan yang berlaku. Salah satunya adalah pengawasan kebersihan lingkungan, serta jarak lokasi kandang dengan rumah penduduk.
Idealnya, untuk peternakan ayam dengan kapasitas 60 ribu ekor, jarak kandang dengan perumahan warga minimal 100 hingga 200 meter. Itupun harus memperhitungkan arah angin sehingga warga tidak terganggu dengan polusi bau. Dari segi kesehatan lingkungan, penyakit diare merupakan indikator khusus jika lingkungan sudah tercemar. Kotoran ayam yang jarang dibersihkan akan terserap ke dalam tanah dan mencemari sumur warga.
Khoiron menghimbau pengusaha peternakan ayam bertanggung jawab terhadap kesehatan lingkungan masyarakat di sekitar kandang. Tidak adil jika pengusaha lepas tangan, apalagi jika domisili pemilik peternakan jauh dari lokasi kandang.
Pantauan Prosalina di lapangan, jarak terdekat rumah penduduk dengan kandang adalah sekitar 6 meter. Banyak warga terutama ibu-ibu dan anak di bawah 5 tahun menderita diare. (Hana)

