Jember Hari Ini – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Mahasiswa Jember (AGMJ) tolak tambang emas di Silo. Penolakan itu disampaikan mereka Jumat pagi dalam memperingati 100 hari masa kepemimpinan Faida-Muqit.
Menurut korlap aksi, Taufikurrahchman, Pemkab Jember terkesan membiarkan aktivitas tambang yang saat ini terus berlanjut. Apalagi saat ini studi kelayakan tambang emas di Silo sudah keluar dari Pemprov Jatim. Mereka meminta Pemkab Jember tidak mengeluarkan izin tambang tersebut dan bupati harus serius mengurus tambang.
Di akhir aksinya, aliansi mahasiswa mendesak Pemkab dan DPRD Jember menandatangani surat kesepakatan untuk bersama-sama menolak semua aktivitas pertambangan di Jember. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember, Ayub Junaidi, menjelaskan, hingga saat ini DPRD masih menolak aktivitas pertambangan di Kabupaten Jember. Ayub kemudian ikut menandatangani surat kesepakatan penolakan tambang yang disodorkan mahasiswa. Wakil Bupati Jember, Abdul Muqit Arief, juga ikut menandatangani surat tersebut dan akan berkordinasi dengan bupati untuk mengambil langkah tindak lanjut terkait persoalan tambang. (Fian)

