DPRD Jember Ingatkan Bupati Tidak Klarifikasi Soal Tambang Melalui Medsos

PENANDATANGANAN SURAT UNTUK BUPATI

Penandatanganan surat tuntutan untuk Pemkab dan Polres Jember.

Jember Hari Ini – Wakil Ketua DPRD Jember mengingatkan Bupati Faida agar tidak mengklarifikasi masalah tambang melalui media sosial saja yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Sementara di sisi lain, Bupati Faida tidak mau memberikan penjelasan kepada publik melalui media massa dan enggan menemui mahasiswa yang berunjuk rasa menyampaikan aspirasinya menolak tambang emas di Silo.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRDJember, Ayub Junaidi, dalam rapat dengar pendapat bersama PMII Cabang Jember beserta sejumlah LSM di ruang Banmus, Selasa pagi, membahas pemukulan aktivis PMII Cabang Jember oleh oknum polisi dan Satpol PP. Ayub menyatakan, kejadian pemukulan kemarin tidak menghilangkan opini terkait penolakan tambang di Kecamatan Silo, mengingat permasalahan ini terjadi dikarenakan bupati yang tidak mau menemui mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasi. Oleh karena itu, Ayub menyatakan akan lebih elok jika bupati memberikan penjelasan secara langsung melalui media massa kepada masyarakat luas. Selain itu, DPRD Jember juga mendesak polres dan Pemkab mencari oknum polisi dan Satpol PP yang memukul aktivis PMII Cabang Jember saat aksi unjukrasa menolak tambang emas Silo, di depan gedung Pemkab Jember, Senin kemarin.

Sementara itu, Ketua Bidang Eksternal PMII Cabang Jember, Muhammad Abdur Rasyiddiq, menegaskan, tindakan kekerasan yang dilakukan oknum Satpol PP dan polisi harus diselesaikan di jalur hukum, sehingga tidak terjadi kembali kepada siapapun yang melakukan aksi untuk menyampaikan aspirasi.

Forum dengar pendapat ditutup dengan pembuatan surat yang berisi tuntutan kepada Pemkab dan Polres Jember yang ditandatangani oleh DPRD Jember, PMII Cabang Jember, Ansor, dan sejumlah LSM yang hadir. (Fian)

Comments are closed.