Jember Hari Ini – Draft Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jember dinilai tidak merakyat. Demikian dituturkan pengamat kebijakan publik, Hadi Makmur, dalam diskusi publik tentang RPJMD yang diselenggarakan Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Jember di Warung Ndalung, Jumat sore (17/6/2016) kemarin.
Menurut Hadi Makmur, draft RPJMD yang baru tahap konsultasi publik ini belum bisa menjawab persoalan rakyat. Menurut dosen FISIP Universitas Jember ini, jangka waktu 4 bulan menjabat sebagai bupati belum ada kegiatan serap aspirasi atau survei tentang kebutuhan masyarakat. Seharusnya serap aspirasi dan penilaian kinerja pemerintahan periode sebelumnya menjadi dasar pembuatan RPJMD. Dengan serap aspirasi dan penilaian kinerja, 22 janji kerja bupati tidak hanya menjadi penafsiran pribadi.
Makmur menambahkan, Pemkab Jember hingga saat ini belum bisa memberikan indeks kepuasan pelayanan masyarakat di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). (Fian)

