Jember Hari Ini – Puluhan hektar tanaman padi wilayah Jember Timur, bulan ini gagal panen karena diserang hama wereng.
Menurut salah seorang petani asal Desa Sumberkejayan Kecamatan Mayang, Kholilur Rohman, hama wereng menyerang tanaman padi sejak beberapa bulan lalu. Akibatnya, padi yang bisa dipanen hanya 10 persen dari biasanya, bahkan ada yang sampai tidak dapat dipanen sama sekali.
Kholilur menjelaskan, tanaman padi yang asalnya hijau tiba-tiba menguning kemudian mongering. Akibatnya, produktivitas panen padinya menurun drastis, dari 4 ton menjadi 3 kuintal saja. Bahkan, sawah milik pamannya seluas 2,5 hektar yang terletak di Kecamatan Mayang dan Ledokombo tidak bisa panen sama sekali. Petani, kata Kholilur, sudah melakukan berbagai upaya mulai dari pemupukan hingga pemberantasan hama.
Hal senada disampaikan Pak Adif, warga Desa Ajung Kecamatan Kalisat. Akibat serangan wereng, para petani sudah putus asa. Sebab, tidak ada obat yang mempan untuk memberantas wereng. Hama sepertinya sudah kebal terhadap obat-obatan pertanian. Hama baru pindah ke lokasi lain atau lahanĀ baru jika tanaman yang pertama sudah mengering.
Sementara Abdul Kholiq, warga Desa Suren Ledokombo, mengaku sudah tidak bisa berbuat banyak untuk memberantas hama. Bahkan, ia harus menanami kembali tanaman padinya, namun tetap diserang hama. Ia sudah meningkatkan pemakaian obat lebih 3 kali lipat dari biasanya. Kalau sebelumnya, cukup beli obat sebesar Rp 50 ribu sudah bisa memberantas hama, namun sekarang hingga dibelikan obat seharga Rp 180 ribu tidak dapat menghalau wereng. (Fit)
