Jember Hari Ini – Pemangkasan Dana Alokasi Khusus (DAK) akan menyulitkan Pemkab Jember untuk mewujudkan progam sekolah gratis. Sebab, peruntukan Dana Alokasi Khusus itu diantaranya untuk kebutuhan kesehatan dan pendidikan.
Menurut Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Jember, Ahmad Bunyamin, program sekolah gratis yang dimaksud adalah beban biaya yang selama ini ditanggung orang tua wali murid akan ditanggung oleh pemerintah daerah. Masalahnya, kata Bunyamin, jika anggaran DAK dipangkas oleh pemerintah pusat, maka Pemkab Jember akan kesulitan anggaran untuk mewujudkan sekolah gratis tahun ini.
Dalam 22 janji kerja Bupati Jember, salah satu diantaranya adalah program sekolah gratis hingga setingkat SMA. Pada tahun ajaran baru lalu, seluruh sekolah dilarang menerma sumbangan apapun dari orang tua siswa karena seluruh kebutuhan operasional sekolah akan dibiayai melalui APBD. (Fath)

