Dispenduk dan Catatan Sipil Jember mengerahkan segenap kemampuannya agar rekam data kependudukan untuk keperluan KTP elektronik bisa rampung sesuai jadwal. Salah satu langkah yang ditempuh adalah jemput bola dengan menerjunkan petugas ke sekolah-sekolah. Langkah itu diapresiasi anggota Komisi A DPRD Jember, Pak Mufti Ali. Kata Pak Mufti, langkah yang ditempuh Dispenduk bisa dipastikan mempercepat penyelesaian pekerjaan, sekaligus meningkatkan antusiasme warga. Agar lebih cepat lagi dan agar target tercapai, Pak Mufti minta Dispenduk juga menerjunkan petugasnya ke pondok pesantren. Apalagi problem yang menyangkut data kependudukan lebih banyak terjadi di pedesaan.
Setiap langkah yang mengarah pada efisiensi dan efektivitas mesti diapresiasi. Efisien-efektif pegertiannya cukup luas. Sebab, efisien-efektif berarti memotong mata rantai birokrasi, memperpendek prosedur, dan ongkosnya relatif bisa dijangkau masyarakat. Efisien-efektif berarti menghilangkan hambatan yang acapkali hambatan itu dibikin-bikin.
Dispendukcapil menargetkan rekam data terhadap 280 ribu warga tuntas akhir September. Caranya itu tadi, menerjunkan petugas ke titik-titik yang memudahkan warga melakukan rekam data. Taruhlah waktu yang tersisa dua pekan, maka rekam data yang bisa diselesaikan dalam sehari mencapai lebih dari 18 ribu orang. Atau, hitung saja waktu yang tersedia sebulan, maka sehari rekam data yang bisa dituntaskan mencapa 9 ribuan.
Tentu masalahnya tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. keterbatasan perangkat, telatnya kiriman blanko serta keterbatasan sumber daya manusia, harus diakui merupakan faktor penghambat. Selain itu, kesadaran warga juga harus dilihat sebagai faktor penentu. Semakin tinggi kesadaran masyarakat terhadap pentingnya identitas diri, semakin tinggi antusiame mengurus KTP elektronik.
Tetapi jika, langkah jemput bola dilakukan sejak awal, lalu ditambah dengan sosialisasi yang gencar tentang pentingnya identitas diri, kira-kira urusan KTP elektronik mungkin juga sudah tuntas sejak dulu. Akhirnya, apa yang dilakukan Dinas kependudukan dan Catatan Sipil tetap saja menginspirasi satuan kerja yang lain dalam hal efisiensi dan efektifitas layanan publik. (Aga)

