Jember Hari Ini – Karena mencuat isu ancaman keamanan nasional, maka TNI, polri, dan Pemkab Jember yang didukung ormas, tokoh agama dan masyarakat menggelar apel besar kebhinekaan cinta damai di Alun-Alun kota Jember, Selasa pagi. Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan kesejukan bagi masyarakat.
Wakil Bupati Jember, Abdul Muqiet Arief, berharap kepada semua pihak bersikap bijak dan tidak mudah terpancing dengan aksi pengeboman di Samarinda. Aksi itu hanya ulah oknum yang tidak merepresentasikan umat Islam secara keseluruhan. Selain itu aksi demonstrasi dugaan penistaan agama yang terjadi di Jakarta hendaknya juga jangan disikapi secara berlebihan. Sebab, dampaknya justru hanya akan memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa. Melalui apel kebhinekaan cinta damai ini, diharapkan bisa menumbuhkan kembali kesadaran pentingnya menjaga persatuan dan menjaga kondusivitas keamanan di Kabupaten Jember.
Wakapolres Jember, Kompol Edo Satya Kentriko, menjelaskan, situasi Jember masih cukup kondusif meski di beberapa daerah terdapat persoalan yang berpotensi memunculkan konflik, seperti aksi unjukrasa massal dan kasus peledakan bom di sebuah gereja di Samarinda Kalimantan Timur. Meski demikian, polisi akan terus meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan patroli dialogis ke tempat-tempat ibadah seperti masjid, gereja, wihara, pura dan klenteng. Hal itu dilakukan sebagai upaya mencegah munculnya potensi konflik dan kerawanan perpecahan. (Fit)
