Sejumlah SMK Keluhkan Minimnya Dana Operasional Sekolah

Jember Hari Ini – Wakil Bupati Jember, Abdul Muqit Arief, mengaku menerima keluhan terkait minimnya dana operasional saat memantau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMK. Terutama saat sekolah harus menyiapkan sarana prasarana untuk pelaksaan UNBK karena seluruh SMA dan SMK diwajibkan menyelenggarakan UNBK.

Muqit menyayangkan, ketika sejumlah sekolah harus berhutang hingga Rp 200 juta untuk membeli komputer dan peralatan penunjang pelaksanaan UNBK. Sementara sekolah tidak berani menerima sumbangan wali murid karena takut terjaring Operasi Tangkap Tangan Tim Saber Pungli. Padahal, hingga saat ini sekolah kebingungan bagaimana cara mengembalikan uang pinjaman, yang nilainya ratusan juta rupiah tersebut. Menurut Muqit, seharusnya persoalan ini diantisipasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebelum penarikan kewenangan SMA dan SMK sehingga sekolah tidak sampai terlebit hutang. Muqit berharap Pemprov Jawa Timur segera mencari solusi terkait persoalan dana operasional SMA dan SMK.

Diberitakan sebelumnya, SMA Negeri 3 Jember berhutang hingga Rp 500 juta untuk membeli sarana dan prasarana untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer. Dana pinjaman tersebut didapat dari dana patungan guru dan pinjaman dari pihak ketiga. (Fian)

Comments are closed.