Selama 10 Tahun Terakhir, Perkembangan Sektor Usaha di Jember Peringkat Kedua di Jatim

Sosialisasi Pedoman Usaha Kecil, dan Usaha Menengah Besar Terkait Pelaksanaan Sensus Ekonomi.

Jember Hari Ini – Selama 10 tahun terakhir, jumlah pelaku usaha di Kabupaten Jember meningkatkan 9 persen atau naik 23 ribu 900 usaha. Bahkan, Kabupaten Jember menjadi penyumbang perkembangan usaha kedua terbesar di Jawa Timur setelah Surabaya sebesar 6,07 persen.

Demikian ditegaskan Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember, Indria Purwaningsih, dalam Sosialisasi Pedoman Usaha Kecil, Dan Usaha Menengah Besar Terkait Pelaksaan Sensus Ekonomi di hotel di Jalan Karimata, Rabu pagi. Indria menjelaskan, hasil sensus ekonomi tahun 2006, pelaku usaha sebanyak  259.785 usaha, sementara dalam sensus tahun  2016 lalu, perkembangan usaha di Kabupaten Jember meningkat menjadi  284 ribu 685 usaha. Namun Indria menjelaskan, data tersebut data yang sifatnya kuantitatif bukan kualitas usaha.

Sementara pakar ekonomi bisnis Universitas Jember, Adhtiya Wardono, justru membandingkan perkembangan usaha di Jember dengan kabupaten kawasan tapal kuda tahun 2006 dan tahun 2016. Secara kuantitas Kabupaten Jember menempati puncak pada sektor tertentu. Namun di beberapa sektor justru Kabupaten Banyuwangi lebih baik dari Kabupaten Jember. Adhtiya mencontohkan, penyerapan tenaga kerja sektor konstruksi di Jember lebih rendah dari Kabupaten Banyuwangi. Sebab, perkembangan jumlah usaha konstruksi di Jember bergerak melambat. (Fit)

Comments are closed.