Jember Hari Ini – Tidak hanya Persid, 34 cabang olahraga di Jember juga menggunakan dana pribadi atlet untuk keperluan biaya latihan dan mengikuti kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember, Ahmad Halim, mengakui jika krisis anggaran tidak hanya dialami Persid, tetapi seluruh cabang olahraga dibawa pembinaan KONI. Tahun ini, masih sama nasibnya seperti tahun 2016 lalu, jika dana hibah untuk KONI hingga sekarang belumĀ dicairkan oleh Pemkab karena belum mendapat persetujuan dari Bupati Faida. Padahal, menurut Halim, pemerintah pusat meminta seluruh daerah agar menyiapkan atlet yang ada untuk menyambut pelaksanaan asean games 2018 mendatang. Oleh sebab itu, dukungan pemerintah daerah sangat diperlukan.
Sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2012, KONI merupakan salah satu organisasi yang dibiayai oleh pemerintah sesuai Pasal 69 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional. Tidak ada alasan bagi Bupati Jember untuk tidak mencairkan dana hibah kepada KONI karena bisa berpotensi menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. (Fath)
