Dengan Kesabaran, Tekad, dan Kerja Keras, Pedagang Bakso Asal Mayang Naik Haji

Jember Hari Ini – Dengan kesabaran, tekad, dan kerja keras,  pedagang bakso asal Desa Sumberkejayan Mayang, Kadiran alias Pak Wiwik akhirnya bisa menunaikan ibadah haji tahun ini.

Saat ditemui di rumahnya, Kadiran menuturkan sebelum menjadi pedagang bakso keliling, dia menjadi pedagang jamu keliling. Namun 5 tahun kemudian, Kadiran beralih menjadi pedagang bakso karena tuntutan ekonomi. Diawal berdagang bakso, Kadiran mengaku tidak terpikir untuk menunaikan ibadah haji karena kondisi ekonomi belum bagus. Jangankan buat ongkos haji, buat makan sehari-hari saja masih kurang. Tahun 1995 mulai timbul keinginan menunaikan ibadah haji karena saat itu BPIH baru Rp 4,5 juta. Namun impiannya gagal, karena dia hanya memiliki uang Rp 2,5 juta. Namun niatan untuk menunaikan ibadah haji muncul kembali di tahun 2010, setelah ada rekannya menyarankan menunaikan ibadah haji. Sebab ada bank yang memberikan dana talangan untuk menunaikan ibadah haji. Saat itu, ia sempat berpikir tidak akan mampu membayar ongkos naik haji karena pendapatnya kecil. Setiap hari dia hanya menghabiskan 1 kilogram daging sapi untuk membuat bakso. Namun akhirnya dia memberanikan diri meminjam kepada keluarga dan bank sehingga terkumpul uang Rp 10 juta. Diluar dugaan, sejak mendaftar haji, pendapatan menjual bakso meningkat. Kalau sebelumnya dia hanya menghabiskan 1 kilogram daging sapi perhari. Namun setelah mendaftar haji, dagangan baksonya laris hingga menghabiskan 4 kilogram daging sapi per harinya. Akhirnya dia bisa membayar pinjaman untuk porsi haji serta melunasi BPIH 7 tahun kemudian.

Menurut rencana Kadiran berangkat menunaikan ibadah haji 3 Agustus mendatang bersama Calon Jamaah Haji kloter 26. Sepulang melaksanakan ibadah haji, dia akan tetap bekerja berjualan bakso keliling. (Fit)

Comments are closed.