Dinas Kesehatan Jember mengajukan usulan penambahan pengadaan 100 unit mobil ambulans. Total anggaran yang diajukan Rp 500 miliar. Dalam pembahasan Perubahan APBD 2017 Dinas Kesehatan memaparkan, ambulans didesain standar dan dimanfaatkan untuk mengantar warga yang sakit ke fasilitas kesehatan terdekat. Soal parkirnya, ambulans tersebut sehari-harinya akan dipakir di Puskesmas Pembantu atau di Polindes.
Itu semua tentu soal teknis. Yang dipertanyakan Badan Anggaran DPRD Jember adalah harga per-unitnya. Sebab dalam APBD awal harga per unit yang diajukan Dinas Kesehatan Rp 250 juta. Selain itu, dalam RPJMD Pemkab merencanakan pengadaan ambulans 50 unit per tahun.
Begitulah, memang sudah menjadi tugas wakil rakyat bertanya dan memperoleh penjelasan. Tujuannya sudah barang tentu agar semuanya transparan dan bisa dipertanggungjawabkan. Inputnya jelas, output dan outcome-nya juga jelas. Sekali lagi agar semuanya terang benderang, transparan dan akuntabel. Sebab, yang dibelanjakan uang negara, uang rakyat, sehingga setiap sen penggunaannya harus bisa dipertanggungjawabkan.
Itu yang pertama. Yang kedua, wakil rakyat kira-kira juga ingin penjelasan dan rincian manfaat maksimal ambulans tersebut. Termasuk tentu saja konsep operasionalnya. Sebab, katanya, dalam rapat pembahasan dengan Badan Anggaran, terungkap, pengemudi yang tersedia baru 50 orang. Lalu kekurangannya ditutup dengan meminta bantuan pengemudia ambulan puskesmas.
Desain dan konsep operasional ambulans hendaknya juga jelas dan detil. Bayangkan umpamanya jika desainnya menyebabkan mobil tersebut berfungsi hanya sebagai ambulans yang megevakuasi pasien gawat darurat, mobil itu akan banyak menganggur ketika tidak ada warga yang harus dievakuasi. Bisa jadi, wakil rakyat yang di Badan Anggaran sana ingin mobil itu didesain atau dirancang sebagai mobil layanan kesehatan. Sebegitu rupa sehingga selain berfungsi sebagai ambulans perangkat itu juga bisa dimanfaatkan untuk layanan kesehatan warga desa. Apalagi anggaran yang diajukan Rp 500 juta per unit. Tentu wakil rakyat ingin mobil senilai itu desainnya bisa membuat perangkat tersebut multiguna. Belum lagi soal yang menyangkut Sumber Daya Manusia para medis yang lazimnya lekat dengan mobil ambulans atau mobil layanan kesehatan.
Akhirnya, sekali lagi, kalau wakil rakyat ingin kejelasan dan penjelasan, kalau tidak boleh dibilang mengkritisinya, itu karena mereka ingin setiap sen uang rakyat yang dibelanjakan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyat. Jadi tidak asal mengadakan, tidak asal beli. (Aga)
