Jember Hari Ini – Bupati Jember, Faida, meminta media tidak membuat berita-berita plesetan, khususnya terkait usulan pengadaan mobil dinas senilai Rp 1,2 miliar.
Bupati Faida menegaskan, mobil dinas tersebut bukan untuk bupati. Sementara dalam nota Kebijakan Umum Perubahan Anggaran-Perubahan Plafon Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) Perubahan APBD 2017 tercatat, anggaran dengan kode 4.01.2.5 untuk pengadaan kendaraan dinas operasional yang sasarannya untuk pemenuhan kebutuhan bupati. Menurut Bupati Faida, media seharusnya menulis pengadaan mobil dinas tersebut bertujuan untuk efisiensi anggaran karena selama ini kebutuhan sewa menyewa mobil untuk kepentingan pejabat di Jakarta sangat tinggi. Namun saat wartawan menanyakan berapa alokasi anggaran yang dihabiskan untuk sewa menyewa kendaraan itu, Faida hanya menjawab cukup banyak dalam setahun yang nilainya bisa sama dengan membeli satu mobil.
Diberitakan sebelumnya, DPRD Jember menolak pengadaan mobil dinas senilai Rp 1,2 miliar tersebut. Menurut Ketua DPRD Jember, Thoif Zamroni, jika alasannya untuk efisiensi anggaran, seharusnya Pemkab Jember memanfaatkan aset mobil yang sudah ada. Kalau untuk menyambut tamu seperti direktur jendral dari Jakarta, tidak perlu mobil dinas sejenis Alphard yang harganya mencapai Rp 1,2 miliar. Pemkab bisa menggunakan mobil dinas sekelas Fortuner. (Fathul)

