Sejumlah SD Negeri Kekurangan Tenaga Pengajar Akibat GTT dan PTT Mogok Kerja

Dwi Sisworahadi

Jember Hari Ini – Pns guru di sejumlah sekolah terpaksa mengajar lebih dari 1 kelas pasca aksi mogok yang digelar Guru Tidak Tetap dan Pegawai Tidak Tetap.

Kepala SDN Kepatihan 1, Dwi Sisworahadi, mengatakan, di sekolah terdapat 24 kelas dengan komposisi 12 orang guru PNS termasuk kepala sekolah, dan 12 orang Guru Tidak Tetap. Dwi mengaku langsung meminta guru PNS agar mengajar lebih dari satu kelas sehingga kegiatan belajar-mengajar tetap jalan. Dwi mengaku memaklumi jika Guru Tidak Tetap dan Pegawai Tidak Tetap melakukan aksi mogok. Sebab, dia hingga saat ini takut mencairkan BOS untuk membayar honor Guru Tidak Tetap dan Pegawai Tidak Tetap meski honor tersebut hanya Rp 300 ribu setiap guru karena tidak ada dasar hukum SK penugasan  dari Bupati Faida. Di sisi lain, sekolah juga tidak berani memungut uang partisipasi dari wali murid sehingga hingga saat ini honor GTT dan PTT belum dibayar.

Sementara Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jember, Supriyono, mengaku mendapatkan informasi ada sejumlah guru yang mengajar hingga 6 kelas di waktu bersamaan. (Fian)

Comments are closed.