Jember Hari Ini – Wakil Bupati Jember, Abdul Muqit Arief, akan menjadikan teguran Presiden Joko Widodo terkait rendahnya penyerapan anggaran belanja daerah untuk intropeksi dan meningkatkan komunikasi dengan pihak lain, termasuk dengan DPRD Jember.
Menurut Muqit Arief, ada beberapa hal yang disampaikan presiden dalam pengarahan kepada para gubernur, bupati, dan walikota se-Indonesia di istana negara 3 hari lalu. Teguran ini akan menjadi bahan intropeksi dan kajian untuk kelangsungan pembangunan di Kabupaten Jember.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Jember, Yuliana Harimurti, membenarkan rendahnya serapan anggaran Pemkab Jember. Bahkan, hingga saat ini serapan anggaran untuk kegiatan dan pembangunan infrastuktur baru mencapai 40 persen.
Diberitakan sejumlah media nasional, Presiden Joko Widodo menyebutkan Pemkab Jember dan 3 daerah lain adalah daerah yang melempem dalam penyerapan anggaran belanja daerah. Jokowi menyayangkan daerah yang senang memarkir dana belanja dalam rekening bank. Empat daerah yang memiliki rasio simpanan dana di bank paling tinggi diantaranya, Kabupaten Tangerang 38 persen, Kabupaten Jember 36 persen, Kota Tangerang 32 persen, dan Kabupaten Sidoarjo 31 persen. (Fathul)
