Jember Hari Ini – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember, Abdul Halim Subahar, meminta aparat kepolisian maupun Dinas Pendidikan segera memerintahkan penarikan buku IPS yang menyebut Yerussalem sebagai ibukota Israel. Penarikan cepat beredarnya buku untuk siswa kelas 6 SD itu harus dilakukan untuk menghindari terjadinya konflik di tengah masyarakat.
Saat dikonfirmasi melalui handphonenya, Halim mengaku sejak mendapat informasi itu langsung berkomunikasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Berdasarkan komunikasinya dengan PP Muhammadiyah, Al-Irsyad, Kapolres Jember, bersama seluruh elemen masyarakat sepakat agar buku terebut segera ditarik dari peredaran. Jika tidak, dia mengaku khawatir akan ada sekelompok masyarakat yang bergerak sendiri tanpa berkoordinasi dengan aparat penegak hukum langsung melakukan sweeping yang ujung-ujungnya memicu konflik.
Sementara itu Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo, mengaku sudah menyampaikan masukan Majelis Ulama Indonesia kepada Dinas Pendidikan untuk mengantisipasi agar buku tersebut tidak beredar di kalangan siswa. Kusworo juga mengaku sudah memerintahkan anggotanya untuk melakukan penyelidikan mendalam hingga menyentuh penerbit buku. Jika diketahui adanya unsur pidana, Polres Jember akan melakukan tindakan tegas. (Fathul)

