Siswa SD Negeri Ampel 1 Wuluhan lulusan 2017 belum terima ijazah. Penyebabnya, karena kepala sekolahnya berstatus Plt dan yang oleh karena itu pula tidak berwenang membubuhkan tanda tangan pada ijazah. Hingga sekarang siswa-siswi SD Negeri Ampel 1 Wuluhan harus puas dengan Surat Keterangan Lulus. Persoalan itu, katanya, sudah dibawa ke Dinas Pendidikan. Sejauh itu pula belum ada tindak lanjut dan kepastian dari Dinas Pendidikan. Ada informasi siswa SDN Ampel 1 Wuluhan tidak sendirian. Ada beberapa sekolah lain yang muridnya juga belum terima ijazah gara-gara persoalan yang sama, kepala sekolahnya berstatus Plt.
Bagi pejabat pemegang kewenangan mungkin bukan masalah. Tetapi, tentu sebuah masalah besar bagi siswa-siswi. Ijazah mereka, kendati hanya fotokopinya, harus dilampirkan ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kalau tidak keliru, Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) juga hanya tercantum pada ijazah.
Begitulah sekarang potret dunia pendidikan di sini. Persoalan bukan diselesaikan satu persatu, melainkan malah menumpuk seolah luput dari perhatian. Ada persoalan GTT-PTT, ada persoalan Program Pendidikan Gratis yang konon tidak semua sekolah mengurusnya karena ribet, peraturannya berubah-ubah dan beresiko, lalu ditambah lagi dengan persoalan lulusan sekolah dasar negeri yang belum terima ijazah.
Soal Program Pendidikan Gratis, bisa jadi masalahnya tambah rumit karena ada kemungkinan tahun depan program itu tidak terdapat dalam APBD. Sebab, APBD 2018 adalah APBD versi Perkada APBD yang katanya hanya untuk belanja rutin. Kalau benar demikian, maka potret dunia pendidikan di sini akan makin buram dan suram.
Tidak perlu dijelaskan panjang lebar bahwa di negeri ini, siapapun penguasanya, menempatkan pendidikan sebagai salah satu dari sekian program prioritas. Begitu pentingnya pendidikan sampai-sampai Undang-Undang mengamanatkan seberapa besar anggaran yang harus dialkokasikan untuk bidang itu.
Maka harapannya adalah persoalan yang menindih dunia pendidikan di sini tidak berpengaruh dan mempengaruhi, lantas mengakibatkan keualitas pendidikan merosot. (Aga)
