Jember Hari Ini – Setidaknya ada 51 pondok pesantren yang akan bergabung dalam aksi keprihatinan 212 mendatang.
Demikian yang diungkapkan tokoh kyai muda asal Silo, Farid Mudjib. Menurut Farid Mudjib, jumlah pondok pesantren itu bisa bertambah karena dia akan melakukan koordinasi intensif ke seluruh pengasuh ponpes di Jember sebelum aksi 212 digelar. Kepada wartawan, Farid membandingkan perlakuan pemerintah daerah saat ini terhadap kalangan pondok pesantren dengan pemerintahan bupati Samsul Hadi Siswoyo dan MZA Djalal. Di era kepemimpinan Bupati Faida, sudah tidak ada lagi sumbangan untuk pondok pesantren serta pengurangan jumlah guru ngaji yang menerima insentif. Para ulama tambah Farid, juga kecewa dengan Bupati Faida yang tidak memfungsikan Wakil Bupati, Abdul Muqit Arief, secara maksimal padahal notabene berasal dari kalangan kyai pesantren.
Diberitakan Prosalina FM sebelumnya, sejumlah tokoh ulama pesantren dan masyarakat akan menggelar aksi 212 pada 21 Februari mendatang. Aksi tersebut merupakan aksi keprihatinan terhadap pemerintahan Bupati Faida yang dinilai mengalami kemunduran. (Fathul)
