Jember Hari Ini – Komisi D DPRD Kabupaten Jember akan melakukan investigasi terhadap sejumlah persoalan dunia pendidikan di Kabupaten Jember. Selain pengadaan laboratorium komputer yang tidak sesuai sasaran, Komisi D DPRD Jember mensinyalir sejumlah program juga bermasalah.
Anggota Komisi D DPRD Jember, Isa Mahdi, mengatakan, realisasi program pengadaan laboratorium yang tidak tepat sasaran menjadi pintu masuk untuk mengungkap dugaan penyelewengan program di dunia pendidikan. Komisi D DPRD Jember menemukan kasus sekolah mengajukan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) melebihi jumlah siswa. Kasus tersebut, kata Isa Mahdi, merupakan bentuk penyelewengan yang harus segera ditindak. Isa Mahdi mensinyalir kasus serupa juga terjadi di sekolah lain. Isa Mahdi meminta pimpinan Komisi D DPRD Jember melakukan investigasi terhadap sejumlah persoalan di dunia pendidikan.
Seperti diketahui, Dinas Pendidikan hanya merealiasikan program pengadaan laboratorium komputer untuk 16 SMP negeri. Padahal, dalam APBD dijelaskan program pengadaan laboratorium komputer itu untuk 31 SMP negeri. Komisi D DPRD Jember khawatir kasus tersebut akan berdampak secara hukum karena realisasi program tidak sesuai perencanaan. (Fian)

