FKUB Jember Mengutuk Keras Aksi Kekerasan Berkedok Isu Agama di Indonesia

FKUB Jember.

Jember Hari Ini – Trauma isu santet tahun 1998 mendorong Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jember mendesak bupati dan jajaran muspida lainnya segera merapatkan barisan menjaga stabilitas di Kabupaten Jember. Dalam pernyataan sikapnya, FKUB menyatakan stop terhadap kekerasan yang mengatasnamakan agama, serta mengajak bersatu menjaga kerukunan dan kedamaian bersama.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jember, Abdul Muis, mengecam tindakan kekerasan terhadap sejumlah kyai dan ustad, serta tempat ibadah di sejumlah daerah di Indonesia yang terjadi akhir-akhir ini, diantaranya penyerangan terhadap pimpinan Ponpes Alhidayah di Cicalengka Bandung, penyerangan yang menimpa Komando Brigade Persis, dan terakhir penyerangan gereja di Jogjakarta. FKUB menuntut kepada aparat penegak hukum agar menindak tegas dan menjatuhkan sanksi hukum yang adil sesuai ketentuan hukum yang berlaku. FKUB juga mengutuk segala bentuk kekerasan yang berbau SARA karena dapat mengadu-domba antar umat beragama. FKUB menghimbau kepada seluruh umat beragama untuk menahan diri dan tidak terprovokasi terhadap aksi-aksi yang menimbulkan retaknya kerukunan umat beragama di indonesia,,

Muis menegaskan jika umat beragama di Jember masih trauma dengan peristiwa dengan sejarah kelam terkait isu santet tahun 1998 yang terjadi di Banyuwangi dan berimbas ke umat beragama di Jember. (Fathul)

Comments are closed.