Jember Hari Ini – Pengamat Kebijakan Publik Universitas Jember, Rachmat Hidayat MPA.,PhD. mengaku khawatir ketidakjelasan sikap Panwaslu Kabupaten Jember terkait temuan bupati menemani Calon Wakil Gubernur saat berkampanye di Jember Senin (12/3/2018) kemarin, menjadi sumber degradasi atau turunnya etika pejabat publik.
Menurut dosen FISIP Universitas Jember ini, tugas Panwaslu mengawasi tahapan pemilihan gubernur sehingga alasan Panwaslu tidak bisa bersikap tegas terkait kasus pejabat publik yang disinyalir terlibat kegiatan yang menguntungkan salah satu pasangan calon gubernur karena tidak tau jadwal kampanye calon tidak bisa diterima. Menurut Rachmat, Panwaslu tidak boleh bermain di area abu-abu. Panwaslu kabupaten harus berani bersikap tegas, meski mendappatkan tekanan politik dari berbagai pihak.
Rachmat menambahkan, Panwaslu seharusnya menyikapi sesuai temuan fakta pelanggaran aturan pilkada. Rachmat mengaku khawatir, ketidaktegasan panwaslu jember akan menjadi contoh kabupaten lain sehingga pelaksanaan pemilu tidak akan sesuai harapan masyarakat. (Fian)

