Jember Hari Ini – Meski potensi zakat infaq dan sodaqoh di Kabupaten Jember cukup tinggi, namun belum bisa terkumpul maksimal karena minimnya dukungan dari pemangku kepentingan dan pemerintah kabupaten.
Menurut Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Jember, Mohammad Fachrur Rozi, yakin dengan jumlah penduduk yang besar, potensi zakat juga sangat besar. Namun karena pengelolaan zakat belum maksimal, jumlah zakat yang terkumpul masih jauh dari harapan. Fachrur Rozi mengaku iri dengan Kabupaten Lumajang karena setiap tahun bisa mengumpulkan zakat mal antara Rp 2,5 miliar hingga Rp 4 miliar per tahun. Padahal kalau dilihat dari luas wilayah dan jumlah penduduk hanya separuh Kabupaten Jember. Jumlah penduduk di Kabupaten Jember lebih dari 2,4 juta jiwa yang tersebar di 31 kecamatan. Sedangkan Kabupaten Lumajang, jumlah penduduknya hanya 1 juta jiwa yang tersebar di 21 kecamatan. Namun pengumpulan zakat mencapai Rp 4 miliar per tahun.
Menurut Fachrur Rozi, jika pengelolaan zakat di Jember lebih baik, zakat yang terkumpul bisa mencapai Rp 5-10 miliar per tahun. Fachrur Rozi berharap dengan berdirinya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) bisa memaksimalkan pengumpulan zakat di Kabupaten Jember. Dia berharap pemerintah memberikan dukungan penuh sehingga uang zakat bisa membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Jember. Menurut Fachrur Rozi, Pemkab dan Lembaga Amil Zakat harus bersinergi memberikan edukasi kepada masyarakat, terkait zakat.
Kemenag Jember melaunching Kampung Zakat Terpadu di Kecamatan Sumberjambe untuk membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan. Dengan peningkatan ekonomi, mereka diharapkan tidak mudah tergiur ajakan kelompok yang mengarahkan ke paham radikal dengan iming-iming pemberdayaan ekonomi. (Hafit)

