Jember Hari Ini – Tren pengaduan konflik ham setiap tahun terus mengalami peningkatan. Demikian disampaikan Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, saat kunjungan kerja di Universitas Jember, Rabu siang.
Taufan menjelaskan, terjadi peningkatan dari sisi jumlah dan motif konflik. Sejak tahun 2017 lalu, sejumlah konflik HAM dibarengi dengan kasus kekerasan. Menurut Taufan, konflik HAM kebanyakan terkait isu-isu agraria, kebebasan beragama, dan kasus tambang. Mayoritas konflik HAM tersebut diselesaikan dengan cara memediasi antar pihak yang berkonflik. Hasil mediasi tersebut nantinya akan dijadikan rekomendasi agar dipatuhi pihak-pihak terkait. Meski rekomendasi tersebut terkadang tidak dipatuhi karena lembaga Komnas HAM tidak memiliki kekuatan hukum untuk memaksa agar rekomendasi tersebut dilaksanakan. Oleh karena itu, Komnas HAM biasanya meminta bantuan pihak lain seperti Kementrian Polhukam RI dan lembaga perguruan tinggi agar rekomendasi tersebut benar-benar dilaksanakan oleh pihak terkait. (Fian)

