Jember Hari Ini – Nilai rupiah terhadap dollar Amerika terus turun yakni hampir mencapai Rp 14 ribu. Salah satunya disebabkan pertumbuhan ekonomi Amerika berada diluar perkiraan, yakni mencapai 3 persen sehingga nilai mata uang dollar Amerika Serikat merangkak naik. Selain itu, terjadinya perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina sehingga melemahkan mata uang regional.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo, menegaskan, pelemahan nilai mata uang rupiah terjadi bukan karena kondisi perekonomian Indonesia, melainkan kondisi perekonomian global. Dody mengaku Bank Indonesia hingga saat ini tetap konsisten untuk terus berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Dody mengaku khawatir melemahnya nilai tukar rupiah akan berdampak pada pengusaha-pengusaha di Indonesia yang bahan bakunya berasal dari luar negeri sehingga nilai jual produk kepada masyarakat juga akan semakin meningkat. (Fian)
