
Jember menempati peringkat 143, berada dibawah Situbondo soal kinerja pemerintahan daerah secara nasional.
Jember Hari Ini – Pengamat kebijakan publik dan manajemen pemerintahan, Rachmad Hidayat, M.PA., PHd. menilai kinerja Pemkab Jember kurang maksimal, terutama terkait pelayanan administrasi kependudukan, pendidikan dan kesehatan. sehingga wajar jika Kementerian Dalam Negeri menilai kinerja Pemkab Jember di bawah Kabupaten Situbondo, Bondowoso, dan Kabupaten Lumajang.
Dosen FISIP Universitas Jember ini menjelaskan, banyak kebijakan bupati yang dianggap sebagai inovasi, ternyata justru menimbulkan polemik masyarakat. Rachmat mencontohkan program Satu Ambulans Satu Desa, pelayanan telepon pengaduan adminduk, dan kebijakan sekolah gratis yang diharapkan membantu masyarakat, justru banyak dikeluhkan masyarakat. Rachmat justru mengaku khawatir, kebijakan bupati yang diklaim sebagai langkah inovasi, ternyata tidak dipersiapkan perangkat teknisnya sehingga pelayanan justru tidak maksimal.
Sesuai keputusan Kemendagri Nomor 153 Tahun 2018 terkait peringkat dan kinerja penyelenggaraan pemerintahan secara nasional, Kabupaten Jember menduduki peringkat ke-143, sedangkan Kabupaten Situbondo peringkat 132, Lumajang peringkat 100, Bondowoso peringkat 99, dan Kabupaten Banyuwangi menduduki peringkat ke-4. (Fian)
