Jember Hari Ini – Puluhan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember yang tergabung dalam Gerakan Peduli Kampus, Rabu siang, menggelar aksi unjukrasa tolak penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Korlap aksi, Ahmad Sumaidi, menjelaskan, saat ini IAIN Jember menerima sekitar 2.500 mahasiswa baru tahun 2018 melalui jalur seleksi prestasi akademik nasional. Namun 98,3 persen mahasiswa diminta membayar Uang Kuliah Tunggal yang nilainya sangat besar. Sementara hanya 1,7 persen yang membayar murah karena masuk kategori kurang mampu. Padahal sesuai aturan terkait penetapan Uang Kuliah Tunggal dari Kementerian Agama, seharusnya setiap universitas negeri yang menyelenggarakan UKT harus bisa menampung mahasiswa kurang mampu minimal 5 persen dari jumlah mahasiswa. Menurut Sumaidi persentase mahasiswa yang masuk kategori kurang mampu jauh dari aturan yang ditetapkan. Selain itu, kata Sumaidi, ada sejumlah orang tua mahasiswa yang mengeluh karena biaya kuliah terlalu mahal. Oleh karena itu, mereka mengajak mahasiswa yang peduli untuk menuntut rektor agar segera memperbaiki sistem pembayaran UKT di IAIN.
Sementara Wakil Rektor 3 IAIN Jember, Sukarno, berjanji segera melakukan evaluasi di internal rektorat terkait penetapan Uang Kuliah Tunggal. Sukarno menjelaskan, penerimaan mahasiswa baru IAIN Jember tidak hanya melalui SPAN, masih ada jalur lain seperti PTKIN, dan ujian mandiri sehingga menurut Sukarno, masih memungkinkan mahasiswa kategori kurang mampu yang nantinya diterima di IAIN Jember mencapai angka 5 persen. (Fian)
