Jember Hari Ini – Mantan teroris yang juga mantan polisi, Sofyan Sauri, meminta pemerintah menyiapkan regulasi yang bisa melindungi sektor pendidikan dari ajaran radikalisme. Sofyan mengaku dirinya dulu menerima ajaran radikalisme karena diajak ke acara pengajian oleh temannya. Mentor yang mengisi dalam pengajian tersebut mengajarkan paham-paham radikalisme dan intoleransi. Sofyan menegaskan, mentor yang ditemui dalam kelompok radikalisme seringkali mengisi materi pengajian di perguruan tinggi. Bahkan, saat ini sudah muncul fenomena ajaran radikalisme diberikan di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini.
Menurut Sofyan, pemerintah hingga saat ini belum menyiapkan regulasi yang bisa melindungi sektor pendidikan sehingga kelompok-kelompok radikalisme dan intoleransi sangat mudah menyusupi lembaga pendidikan negeri maupun swasta.
Sofyan mengaku khawatir jika pemerintah tidak segera bertindak, paham radikalisme dan intoleransi semakin meluas di sektor pendidikan, mengingat metode yang diajarkan oleh kelompok tersebut terkesan satu arah dan memaksakan kebenaran yang mereka yakini sehingga sering memicu kegaduhan di tengah masyarakat. (Fian)
