Jember Hari Ini – Wakil Ketua DPRD Jember yang juga anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa, Ayub Junaidi, meminta Bupati Jember, Faida, mengklarifikasi pernyataan dalam video yang menjadi viral di tengah masyarakat. Dalam video tersebut, Bupati Faida menuduh 50 orang anggota DPRD Jember meminta sogokan untuk pengesahan APBD. Ayub mengancam akan menempuh jalur hukum jika bupati tidak segera mencabut pernyataan tuduhan terhadap 50 orang anggota DPRD Jember tersebut. Jika dikatakan 50 orang anggota dewan, maka 8 diantaranya yang merupakan anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa.
Ayub sebagai Sekretaris DPC PKB Jember meminta Bupati Faida untuk membuktikan ucapannya dengan menunjukkan siapa orangnya, di mana, kapan waktunya dan apa yang diminta. Ayub akan membawa persoalan ini ke ranah hukum karena pernyataan tersebut merupakan bentuk contempt of parliament dan pencemaran nama baik.
Ayub justru meminta warga Jember mengingat kembali rekam jejak digital penyebab alotnya pengesahan APBD karena tidak ada kesepahaman antara bupati dan DPRD. DPRD Jember meminta kenaikan honor GTT, anggaran pertanian, dan penambahan alokasi anggaran infrastruktur dengan memangkas anggaran kegiatan yang tidak jelas outputnya. Seperti alokasi anggaran kongres dan alokasi anggaran makan minum senilai RP 35 miliar. Padahal kedua program tersebut tidak pernah masuk dalam RPJMD yang juga diajukan oleh bupati.
Sebelumnya sempat viral video Bupati Jember, Faida, dalam pertemuan dengan kelompok masyarakat. Dalam video tersebut bupati menyampaikan sambutan dengan mengatakan, dia selama ini selalu ribut dengan seluruh anggota dewan karena memang dia tidak mau memberikan sogokan untuk pengesahan APBD. Karena itu, Bupati Faida meminta masyarakat tidak memilih anggota dewan yang memberikan sejumlah uang karena dipastikan jika terpilih mereka melakukan korupsi. (Fian)
