Jember Hari Ini – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jember mempertanyakan SK bupati untuk 3 perguruan pencak silat, yakni PSHT, pagar nusa dan cempaka yang berisi permintaan untuk melatih di sekolah.
Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jember, Rasyid Zakaria, mengaku khawatir surat tersebut justru akan memicu konflik antar perguruan pencak silat di Jember. Apalagi penunjukkan ketiga perguruan pencak silat tersebut tanpa kordinasi dengan IPSI Jember sebagai induk organisasi pencak silat. Saat ini banyak sekolah yang sudah lama bermitra dengan perguruan pencak silat. Jika tiba-tiba kerjasama dengan perguruan silat tersebut dihentikan dan diganti perguruan silat yang lain akan memicu konflik antar perguruan silat. Menurut Rasyid, seharusnya bupati atau Oranisasi Perangkat Daerah terkait berkordinasi dengan IPSI Jember. Sebab di Jember ada ratusan perguruan pencak silat yang memiliki budaya dan teknik pencak silat. IPSI Jember sudah melayangkan surat kepada DPRD Jember untuk meminta audiensi dengan memanggil kepada Organisai Perangkat Daerah terkait untuk membahas persoalan tersebut. IPSI Jember juga meminta seluruh sekolah serta perguruan tinggi yang menerima SK bupati untuk menunda kegiatan terlebih dahulu hingga persoalan ini selesai.
Rasyid berharap bupati lebih bijak dalam mengayomi perguruan pencak silat. Jangan membuat kebijakan sepihak yang justru bisa memicu konflik antar perguruan pencak silat dan meresahkan masyarakat. (Fian)
