Panitia Angket DPRD Jember Ungkap Monopoli Perencanaan Proyek Pemkab

Jember Hari Ini – Panitia Angket DPRD Jember mengungkap adanya monopoli perencanaan proyek di lingkungan Pemkab Jember. Sebab satu rekanan bisa mendapatkan 8 proyek sekaligus.

Wakil Ketua Panitia Angket DPRD Jember, David Handoko Seto, menduga ada permainan tender atau lelang proyek sehingga 1 rekanan bisa mendapatkan 8 proyek perencanaan. Bahkan, pada tahap pelaksanaan proyek hanya rekanan tertentu yang bisa mendapatkan tender proyek. Selain itu, ada satu perusahaan yang baru berdiri bisa mendapatkan tujuh proyek sekaligus dan tersebar di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah.

Monopoli perencanaan dan pelaksanaan proyek selain berpotensi kerugian negara juga menghilangkan kesempatan rekanan lain untuk mendapatkan proyek. Sebab, proses pengadaan barang dan jasa ini dilakukan dengan sistem penunjukan langsung. Panitia Angket juga menemukan pinjam-meminjam bendera perusahaan, dan sinyalemen transaksi fee proyek. Namun sejumlah rekanan siap mengembalikan fee proyek tersebut ke kas negara.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Jember, Prima Idwan Mariza, saat dikonfirmasi menjelaskan, proses hak angket di DPRD Jember adalah proses politik. Sedangkan proses penanganan kasus korupsi yang saat ini ditangani Kejaksaan Negeri Jember adalah proses hukum. Biarkanlah proses hak angket dan proses hukum kasus korupsi berjalan sesuai ketentuan undang-undang. Jika ada rekomendasi dari hak angket, pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu. Namun proses hukum yang ditangani Kejaksaan Negeri Jember jalan terus.

Diberitakan  sebelumnya, Kejaksaan Negeri Jember menetapkan 3 orang tersangka kasus dugaan korupsi proyek rehab Pasar Manggisan Kecamatan Tanggul. Ketiganya yakni mantan Kepala Disperindag yang juga PPK proyek berinisial AM, kontraktor perencanaan Pasar Manggisan berinisial FN, serta pelaksana proyek berinisiaal ES. (Hafit)

Comments are closed.