Jember Hari Ini – Tiga kecamatan yakni Kecamatan Ambulu, Wuluhan, dan Kecamatan Tempurejo tergenang banjir, Jumat kemarin. Tinggi genangan air bervariasi antara 17 hingga 70 cm.
Menurut Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Mat Satuki, data yang dihimpun BPBD Jember tercatat 794 rumah, 3 tempat ibadah dan 3 fasilitas pendidikan terdampak banjir. Selain melakukan pendataan warga terdampak banjir, BPBD Jember juga mendistribusikan bantuan berupa makanan siap saji, bahan makanan, dan kebutuhan yang lain. Banjir juga menyebabkan 14 lokal Pondok Pesantren Islam Bustanul Ulum (IBU) Pakusari kembali tergenang banjir. Sekitar 400 santri putri terpaksa harus diungsikan karena genangan air masuk ke dalam pondok hingga ketinggian 60 cm.
Menurut Pengasuh Pondok Pesantren IBU, KH. Muhammad Hafidzi Kholis, banjir terjadi karena minimnya wilayah resapan air, terutama di daerah hulu. Akibatnya, sungai yang melintas di dekat pesantren meluap dan menggenangi pesantren. Hafidzi menjelaskan, peristiwa banjir genangan di pesantren sudah yang ketiga kalinya dalam 2 pekan ini. Banjir pertama banjir terjadi Rabu 27 Januari, kedua Jumat 29 Januari, dan ketiga kalinya Jumat 5 Februari kemarin. Banjir menyebabkan barang-barang milik santri hanyut, termasuk ijazah dan akta kelahiran. Untuk mengantisipasi penumpukan santri pada satu titik sebanyak 400 santri lebih terpaksa harus dipulangkan. Sebab, pesantren masih melakukan perbaikan gedung yang rusak. (Hafid)
