Jember Hari Ini – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember menyetujui APBD 2021 dengan empat poin penting yang menjadi catatan. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Edi Cahyo Purnomo.
Dalam penyampaian pandangan akhir fraksi, ada beberapa poin penting menjadi sorotan bagi Fraksi PDI Perjuangan sehingga hal ini perlu diperhatikan oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah dan Bupati Jember. Poin pertama, yakni program penguatan ideologi pancasila dan karakter kebangsaan yang awalnya hanya dianggarkan Rp 40 juta. Fraksi PDI Perjuangan meminta alokasi anggaran ditambah menjadi Rp 675 juta karena hal ini berkaitan dengan menjaga keutuhan NKRI. Sementara terkait penanganan kemiskinan, Fraksi PDI Perjuangan meminta agar ada program strategis dan dilengkapi data yang komperhensif tentang warga miskin. Fraksi PDI Perjuangan juga meminta anggaran di Dinas Pariwisata tentang program peningkatan daya tarik destinasi wisata ditambah. Berikutnya, soal penanganan jalan rusak di Jember yang mencapai 52,6 persen, 3 lokasi jembatan yang putus, dan pemasangan sekitar 6.500 lampu PJU.
Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan ini menjelaskan, Fraksi PDI Perjuangan tidak sepakat dengan kebijakan perbaikan jalan yang rencananya dilakukan multiyears. Hal itu dinilai menambrak Peraturan Menteri Keuangan Nomor 93 Tahun 2020 tentang tata cara pengajuan persetujuan kontrak tahun jamak dalam pengadaan barang dan jasa. PDI Perjuangan menilai tidak ada keberpihakan terhadap pengusaha lokal. Poin terakhir yakni perbaikan manajemen PDP Kahyangan dan perumdam Tirta Pandalungan sehingga kesejahteraan buruh lebih meningkat.
Edi menambahkan, walaupun Fraksi PDI Perjuangan menyetujui R-APBD menjadi Perda APBD, Fraksi PDI Perjuangan tetap melakukan kontrol terhadap kebijakan pemerintah, serta bersikap kritis jika ada program kerja yang tidak pro rakyat. (Fian)

