MUI Jatim Nyatakan Pelaksanaan Sholat Jumat Secara Virtual Tidak Sah

Jember Hari Ini – Pelaksanaan sholat Jumat secara virtual hukumnya tidak sah karena tidak memenuhi syarat keabsahan sholat Jumat. Demikian disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur dalam dalam fatwa dan release yang ditandatangani  Komisi Fatwa MUI Jawa Timur, KH. Makruf Khosim, Sekretaris Sholihin Hasan, Dewan Pimpinan MUI Jawa Timur, Ketua Umum,  KH. Mohammad Hasan Mutawakkil Alallah dan Sekretaris Umum, Prof. Muzakki, M.ag. Phd. Fatwa MUI ini tertuang dalam Fatwa Nomor 3 Tahun 2021 karena ada tokoh yang menjalankan sholat Jumat secara virtual untuk mengantisipasi penularan Covid-19.

Menurut Ketua Umum MUI Kabupaten Jember, Dr. KH. Abdul Haris, sholat Jumat tidak bisa dimodifikasi karena  sifatnya ta’bbady atau doktrinal, sehingga pelaksanaan sholat Jumat harus ada sumber hukum yang jelas. Karena itu, MUI melarang sholat Jumat dilakukan secara virtual karena belum ada contoh yang dilakukan rasulullah. Yang kedua, pelaksanaan yang sifatnya ta’abbudy, harus mengacu pada syarat sah dan rukun sholat Jumat. Misalnya salah satu syarat dilakukan sholat Jumat, harus ada imam yang posisinya harus di depan makmum, dan berada dalam satu tempat. Namun dalam pelaksanaan sholat Jumat virtual, posisi imam dan makmum tidak berada dalam satu tempat, bahkan jaraknya bisa mencapai ratusan kilometer. Di samping itu, posisi makmum dalam sholat Jumat virtual, posisi makmum berada di belakang imam, yakni bisa berada di belakang, di depan imam, atau disamping. Selain itu, jika imam ada salah bacaan atau batal, tidak ada yang bisa mengingatkan atau mengganti posisi imam. Karena itu, pelaksanaan sholat Jumat virtual tidak sah karena tidak memenuhi syarat keabsahan shalat jumat.

Abdul Haris, yang juga dosen Fakultas Usuludin, Adab, dan Humaniora  UIN KH Ahmad Shiddiq Jember ini menambahkan,  MUI telah mengeluarkan Fatwa Nomor 31 Tahun 2020 tentang penyelenggaraan shalat Jumat dan jamaah untuk mencegah penularan Covid-19. (Hafid)

 

 

Comments are closed.