Jember Hari Ini – Selain rapor merah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, PMII Cabang Jember juga menyoroti kasus dugaan pemalsuan pupuk yang dilakukan oknum kades di Kabupaten Jember. Sementara petani tengah kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Bupati Jember, Hendy Siswanto seharusnya memberikan perlindungan kepada petani karena sektor pertanian penyumbang Produk Domestik Bruto ( PDB) terbesar di Kabupaten Jember, sekitar 53 persen.
Menurut Ketua PMII Cabang Jember, Muhammad Faqih Al Haramain, Pemkab Jember harus melakukan penertiban aktivitas industri yang mengancam keberlangsungan ekosistem laut dan pertanian. Sebab dalam 2 tahun terakhir sumbangan PDB Kabupaten Jember dari sektor pertanian mencapai 53 persen. Karena itu, Bupati Jember diharapkan menyelesaikan persoalan carut-marut pupuk bersubsidi yang diperparah dengan oknum yang memproduksi pupuk yang diduga palsu.
Sementara Bupati Jember, Hendy Siswanto, menjelaskan, Pemkab Jember hanya menerima jatah pengiriman pupuk bersubsidi sekitar 55 persen dari total kebutuhan pupuk di Kabupaten Jember. Persoalan kekurangan pupuk bersubsidi terjadi di mana-mana. Karena itu, pihaknya mengerahkan para penyuluh pertanian untuk menggunakan pupuk berimbang karena petani juga harus memanfaatkan pupuk nonsubsidi. Sedangkan terkait oknum kades yang memproduksi dan mendistribusikan pupuk yang diduga palsu, proses hukum ditangani aparat penegak hukum. Pemkab Jember tidak akan ikut campur proses hukum kasus tersebut. (Hafid)
