Jember Hari Ini – Peristiwa perusakan dan pembakaran rumah warga di kawasan hutan Baban Timur Desa Mulyorejo Kecamatan Silo sudah beberapa kali terjadi mulai awal Juli lalu. Namun kasus perusakan dan pembakaran tersebut baru diketahui publik awal Agustus ini, saat warga berkeluh kesah kepada mantan Wakil Bupati Jember, KH. Abdul Mukid Arief. Peristiwa tersebut diduga bukan hanya pembakaran dan perusakan rumah, tetapi juga penjarahan barang dan uang yang nilainya ratusan juta rupiah. Selain itu ada gedung sekolah, pos kamling serta puluhan kendaraan roda 2 dan 4 yang dibakar. Peristiwa pembakaran terjadi Minggu 3 Juli, Sabtu 30 Juli, Rabu 3 Agustus, dan Kamis 4 Agustus 2022.
Ketua Komisi A DPRD Jember, Tabroni, menjelaskan, setelah menemui korban, Komisi A DPRD mendapatkan banyak informasi. Warga juga mulai merasa tidak nyaman tinggal di wilayah tersebut. Mereka khawatir saat malam hari, rumahnya dibakar orang tidak dikenal, sebab tidak ada yang menjamin kalau wilayah tersebut aman. Apalagi peristiwa pembakaran itu terjadi tidak hanya satu kali. Peristiwa pembakaran itu terjadi terus berulang dalam waktu satu bulan terakhir.
Sementara Kapolsek Sempolan, AKP Suhartanto menjelaskan, polisi tengah mengusut pelaku pidana perusakan dan pembakaran rumah dan barang. Pelaku adalah sekelompok orang tidak dikenal yang diduga berasal dari Kalibaru Banyuwangi. Hingga saat ini polisi masih memeriksa saksi dan mengumpulkan alat bukti terkait kasus perusakan, pembakaran serta kasus penganiayaan yang diduga melatarbelakangi kasus pembakaran tersebut. (Hafid)
