Warga Jenggawah Protes Mantan Pelaku Kriminal Dilantik Panwascam

Sugianto Efendi

Jember Hari Ini – Sejumlah warga Jenggawah melakukan protes ke Bawaslu Kabupaten Jember karena meloloskan dan melantik seorang residivis kasus pemerasan sebagai Panwaslu Kecamatan Jenggawah. Diketahui mantan pelaku kriminal tersebut berinisial AG, telah dilantik bersama 92 anggota lainnya, Kamis 27 oktober 2022 kemarin.

Dalam aturan Bawaslu Nomor 041/KP.01/JI-10/2022 tentang pendaftaran calon anggota Panwaslu Kecamatan, pada point 4, salah satu persyaratan disebutkan calon anggota Panwaslu Kecamatan tidak pernah dipidana berdasarkan putusan pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam pidana 5 tahun atau lebih.

Namun dalam penelusuran kasus di SIP Pengadilan Negeri Jember, AG pernah divonis pidana tersangkut pasal pemerasan, sebagaimana diatur pasal 368 KUHP yang ancaman hukumannya 9 tahun penjara.

Salah seorang tokoh masyarakat Jenggawah, Sugianto Efendi, menyayangkan Bawaslu Kabupaten Jember meloloskan AG. Sugianto menolak AG menjadi anggota Panwaslu Kecamatan Jenggawah. Karena masih banyak calon lainnya yang masih berintegritas tidak cacat hukum menjadi anggota Panwaslu.

Dengan meloloskan calon Panwaslu Kecamatan yang cacat hukum, Sugianto khawatir sebagai pengawas tidak berjalan dengan jujur dan adil, baik dalam pemilu legislatif, pilkada serentak, dan pilpres tahun 2024. Karena itu, dia meminta Bawaslu segera mengevaluasi Panwaslu Kecamatan yang ditengarai residivis meski sudah dilantik.

Sementara Ketua Bawaslu Jember, Imam Thobrony Pusaka, saat dikonfirmasi mengatakan tidak mengetahui soal adanya mantan residivis yang ikut dilantik sebagai anggota Panwascam. Sebab, saat pendaftaran tidak ada persyaratan melampirkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Setiap calon hanya diminta mengisi formulir tidak pernah dipidana penjara yang ancaman hukumannya 5 tahun penjara atau lebih. Atas komplain masyarakat tersebut, pihaknya masih akan memanggil AG untuk diklarifikasi di kantor Bawaslu Jember. Jika benar pernah dipidana, akan dimintai salinan putusannya yang sudah berkekuatan hukum tetap.

Diketahui, AG ditangkap polisi bersama 3 rekannya yakni ER, AB dan SS karena diduga melakukan pemerasan terhadap EY, warga Desa Kesilir Kecamatan Wuluhan, Juni 2021 silam. AG divonis 4 bulan penjara. (Hafid)

Comments are closed.