Jadi Daerah Rawan Bencana, Para Kades di Jember Diminta Hidupkan Destana

Jember Hari Ini – Kabupaten Jember menjadi salah satu daerah rawan bencana yang membutuhkan kerjasama banyak pihak untuk pencegahan dan mitigasi secara dini. Relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) di setiap desa jadi salah satu solusi agar penanggulangan bencana di masing-masing desa di Jember bisa segera dilakukan tanpa harus menunggu kedatangan BPBD, Tagana, atau PMI.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember mencatat, 126 desa di 10 kecamatan masuk dalam peta kawasan rawan bencana dari banjir, longsor, hingga tsunami. Dari 126 desa rawan, hanya ada 92 Destana yang sudah terbentuk. Namun dari jumlah yang sudah ada, hanya ada beberapa yang aktif. Salah satu relawan Destana yang tercatat paling aktif antara lain dari Rambipuji dan Panti.

Pembina Destana Rambipuji, Mamang Pratidina, mengatakan, Destana di Rambipuji dan Panti sudah aktif membuat jaringan Early Warning System (EWS) secara mandiri, bekerjasama dengan warga lokal di hulu sungai. Mereka sadar bahwa ada ancaman besar berupa banjir yang harus dipikirkan bersama.

Mamang mengatakan, kepala desa sebenarnya punya peran penting untuk membentuk Destana di desanya masing-masing. Apalagi, pembentukan Destana sudah diatur melalui peraturan di desa. Lewat Destana, masyarakat lokal punya wewenang dan belajar untuk mengenal potensi ancaman bencana di desanya masing-masing. Setiap bencana di desa setidaknya Destana bisa segera melakukan mitigasi dan penanggulangan secara dini tanpa harus terlalu lama menunggu kedatangan BPBD.

Pria yang juga menjadi Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Jember ini mengaku siap berbagi pengalaman tentang pengetahuan dasar pencegahan kebencanaan untuk Destana. (Ulil)

Comments are closed.