Jember Hari Ini – Pihak kepala sekolah dan komite SMA Negeri Ambulu membantah terjadinya pemotongan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Demikian ditegaskan Kepala SMA Negeri Ambulu, Mochammad Irfan, menanggapi keluhan salah seorang wali murid di acara Suara Rakyat Prosalina FM.
Irfan menjelaskan, tidak benar jika terjadi pemotongan dana PIP sebagaimana disampaikan wakil murid. Sebab, rekening bank dana PIP dipegang oleh siswa penerima PIP. Uang tersebut diambil sendiri oleh yang bersangkutan dan pihak sekolah tidak memungut sepeserpun dana itu.
Demikian juga dengan sumbangan sukarela adalah ranah komite sekolah, tidak ada paksaan dan sifatnya sukarela. Jika siswa betul-betul berasal dari keluarga tidak mampu, pihak sekolah bisa membantunya. Namun untuk membuktikan bahwa yang bersangkutan tidak mampu, perlu ada kunjungan sekolah, bukan sidak. Bahkan, jika betul miskin akan digratiskan.
Irfan juga menyayangkan, wali murid menyebut kepala sekolah sulit dihubungi. Ia mengaku hal itu juga tidak benar, sebab ia terbuka menemui siapapun, mulai dari anak didiknya, wali murid, hingga para jurnalis. Bahkan, nomor teleponnya dipampang di akun Facebook dan website milik sekolah supaya lebih gampang dihubungi.
Hal senada disampaikan Ketua Komite SMA Negeri Ambulu, Syaifur Rosyid. Syaifur mengatakan, apa yang disampaikan salah seorang wali murid tidak sesuai kenyataan. Setelah mendengar berita tersebut, pihaknya meminta pihak sekolah menggelar rapat. Ia langsung mengkroscek, ternyata pernyataan itu tidak benar. Tidak ada pemaksaan dan penyeragaman jumlah sumbangan sukarela. Pihak komite hanya memberikan kertas kosong. Bahkan, pihak komite sekolah akan membantunya jika yang bersangkutan betul-betul tidak mampu.
Sebelumnya, seorang wali murid dari SMA Negeri di Ambulu berinisial M menyampaikan keluhan dalam Suara Rakyat Radio Prosalina. M melaporkan adanya dugaan pemotongan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dari pihak sekolah dengan meminta menyetor uang Rp300 ribu. (Hafid)

