Perusahaan Tambang Gunung Sadeng Sebut Demo Minta Lahan Pertama Kali Terjadi

Aksi demonstran menuntut minta lahan tambang batu kapur Gunung Sadeng.

Jember Hari Ini – Empat perwakilan perusahaan tambang diundang hadir di kantor Pemkab Jember, Rabu (18/01/2023). Undangan ini buntut dari permintaan massa demontrasi yang meminta Pemkab Jember memberi lahan tambang di Gunung Sadeng, Selasa, (17/01/2023) kemarin.

Massa yang tergabung dalam Persatuan Tumangan Gunung Sadeng (PTGS) dalam pengelolaan Gunung Sadeng, mengeluhkan sulitnya pasokan batu kapur dan kini meminta lahan tambang untuk dikelola. Salah satunya, sejumlah lahan yang telah dikuasai 4 perusahaan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, salah satu perwakilan perusahaan PT Indolem Prima Mitra Kelola, Tri Wahyu Utomo, mengaku heran dengan aksi demo yang sudah terjadi. Menurutnya, demo perajin tumang menuntut pengelolaan lahan tambang, baru sekali ini terjadi. Padahal, katanya, 10-15 tahun lalu, demonstrasi hanya sebatas protes kenaikan harga batu kapur.

Sementara itu, dari sekitar 200 perajin tumangan, kini tinggal 30 perajin yang masih aktif membakar batu kapur. Menurutnya, turunnya jumlah perajin tumangan batu kapur bukan karena terbatasnya suplai bahan baku, namun karena semakin mahal dan sulit mendapat kayu bakar.

Di Gunung Sadeng, katanya, terdapat 23 perusahaan. Dari jumlah tersebut hanya 11 perusahaan yang memiliki standar kualitas batu kapur untuk perajin. Bila perizinan dari pemerintah tidak tarik ulur, menurutnya, 11 perusahaan sudah bisa memproduksi lebih dari 400 ribu ton dengan kebutuhan 200 perajin mencapai 250 ribu ton lebih. (Ulil)

Comments are closed.