Jember Hari Ini – Banyaknya pasien dirujuk ke RSD Balung membuat persentase pemakaian tempat tidur RSD Balung melebihi kapasitas. Sedikitnya 16 orang pasien rujukan dari sejumlah puskesmas Jember selatan tidak kebagian kamar.
Demikian diungkapkan Ketua Komisi D DPRD Jember, Muhammad Hafidzi Kholis, menyusul pengaduan warga Jember selatan. Dia menjelaskan, jumlah ruangan rawat inap RSD Balung kelas 1, kelas 2, dan kelas 3 sebanyak 170 kamar. Rumah sakit tidak mampu menampung pasien rujukan dari puskesmas. Sebab, dalam beberapa hari terakhir banyak pasien yang dirujuk ke RSD Balung.
Karena itu, Hafidzi meminta Dinas Kesehatan segera mencari solusi dengan menambah ruang rawat inap. Sebab, kasus ini sering terjadi. Selain itu, dia juga meminta RSD Balung untuk segera merujuk pasien ke RSD dr. Soebandi jika ada yang darurat.
Sementara Direktur RSD Balung, dokter Nurullah Hidajahningtyas, saat dikonfirmasi membenarkan jika kamar pasien rawat inap sedang over kapasitas. Namun seluruh pasien saat ini sedang ditangani di ruang Unit Gawat Darurat (UGD).
Dia menjelaskan, sesuai aturan, RSD Balung bisa merujuk ke RS lebih tinggi, seperti RSD dr. Soebandi. Namun keluarga pasien menolak dirujuk dengan berbagai pertimbangan. Dengan demikian, mereka tetap bertahan di UGD sambil menunggu pasien lain yang sembuh pulang. (Hafid)

