APPI Jatim Nilai Kenaikan HPP Gabah 8 Persen Terlalu Rendah, Picu Harga Anjlok

Jember Hari Ini – Asosiasi Petani Pangan Indonesia (APPI) Jawa Timur menilai, kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar 8 persen masih terlalu rendah.

Ketua APPI Jatim, Jumantoro, mengatakan, kenaikan HPP Gabah Kering Panen (GKP) dari Rp4.200 menjadi Rp4.450 atau sebesar 8 persen terlalu rendah.

Kenaikan tersebut merupakan hasil kesepakatan pemerintah melalui Badan Pangan Nasional bersama para pelaku usaha penggilingan padi menjelang masa panen raya padi pada Maret 2023.

Penetapan HPP gabah terbaru ini mulai berlaku pada 27 Februari 2023 hingga batas waktu yang akan ditentukan kemudian.

Jumantoro berharap, agar kenaikan harga gabah minimal Rp5.000. Apalagi, kondisi cuaca yang terus hujan ketika menghadapi masa panen, juga menyulitkan petani untuk menjual padi kering.

Tidak hanya itu, Jumantoro menilai munculnya HPP yang baru membuat harga gabah langsung anjlok. Sebelumnya, harga gabah masih Rp5.500-5.700. Kini adanya kesepakatan itu, harga gabah drop berkisar Rp4.400-4.600. (Ulil)

Comments are closed.