Jember Hari Ini – Pemerintah Kabupaten Jember berupaya melakukan pengendalian anggaran ditengah tingginya kebutuhan belanja daerah yang mencapai Rp4,2 triliun. Sementara total pendapatan daerah dan transfer dari pusat hanya Rp3,9 triliun sehingga mengalami defisit sekitar Rp300 miliar.
Bupati Jember, Hendy Siswanto, kembali menyampaikan kondisi anggaran yang terbatas kepada seluruh OPD dan instansi yang hadir dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun 2024, di Aula Pemkab Jember, Senin (13/03/2023).
Hendy meminta semua OPD benar-benar tepat merumuskan proyeksi anggaran untuk tahun 2024. Sebab, mulai tahun ini, Pemkab Jember juga masih terbebani mengalokasikan anggaran pemilu.
Hendy menyebut, sejumlah target kinerja di tahun 2023 yang harus tuntas, antara lain reforma birokrasi bisa mencapai 67 persen, target penurunan angka kemiskinan 8,90 persen, pertumbuhan PDRB 5,10 persen, infrastruktur 81,33 persen, hingga menekan tingkat pengangguran terbuka tinggal 4,70 persen.
Belum lagi, kata Hendy, Jember memiliki target berat untuk menurunkan kasus stunting, kematian ibu dan bayi di tahun 2023. Apalagi persoalan sanitasi untuk capaian ODF juga masih rendah. Diharapkan semua bisa selesai di tahun 2023 agar beban di tahun 2024 tidak terlalu berat. (Ulil)

