Waspada Penyakit PMK Dan LSD, Masyarakat Jember Diimbau Pahami Ciri-cirinya

Jember Hari Ini – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jember mencatat masih ada sejumlah hewan ternak seperti sapi dan kambing yang terserang virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kendati tidak sampai sebanyak tahun lalu.

Tidak hanya PMK, di Jember juga tercatat sudah ada laporan sapi yang terjangkit Lumpy Skin Disease (LSD) atau cacar sapi.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jember, Elok Kristanti, mengimbau kepada masyarakat untuk selalu selektif ketika membeli hewan kurban.

Kendati demikian, masyarakat tidak perlu khawatir, sebab virus PMK dan LSD tidak bisa menular ke manusia.

Elok menyebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jember belum menerima lagi adanya laporan sebaran penyakit LSD di Jember. Sebelumnya, ditemukan 2 ekor sapi yang terjangkit LSD di Kecamatan Wuluhan pada pekan lalu.

Setelah mendapatkan temuan sapi terjangkit LSD, pihaknya langsung melakukan penyemprotan disinfektan di kandang sapi yang terjangkit untuk mencegah serangga yang menjadi vektor penyebaran virus LSD.

Hewan kurban yang menunjukkan tanda-tanda terkena LSD antara lain, panas tinggi, tidak mau makan, dan ada benjolan pada kulit.

Sementara untuk PMK, kata Elok, indikasi yang paling mudah yakni ada leleran dari hidung, panas tinggi, napas tersengal-sengal, dan ada luka di bagian hidung dan mulut.

Bila menemukan indikasi tersebut, kata Elok, peternak atau masyarakat bisa melapor agar bisa mendapatkan layanan vaksin dari puskesmas hewan terdekat.

Elok menambahkan, Kabupaten Jember memiliki populasi sapi sebanyak 270 ribu ekor. Dari jumlah tersebut, diperkirakan hanya terserap 25 persen untuk kebutuhan idul adha. (Ulil)

Comments are closed.